Menurut Khair Ramdhan Yusuf, dalam bukunya Iskandar Zulkarnain,
Panglima Perang, penakluk dan pemerintah yang saleh, kajian terperinci
menurut Al-Qur’an, Sunah dan Sejarah, terbitan Malaysia, ada empat
sosok yang berkaitan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Yaitu, Iskandar
Macedonia, Zulkarnain Al-Hamiri, Raja Himyar, seorang lelaki saleh pada
zaman Nabi Ibrahim, dan Kursh Al-Akhmini Al-Farisi.
Kendati begitu kita dapat membaca dengan jelas kisah Iskandar Zulkarnain
ini dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 83 sampai 98, yang artinya,
“Mereka akan bertanya kepadamu Muhammad, tentang Zulkarnain. Katakanlah,
“Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.”
“Sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepadanya di bumi, dan kami telah menberikan kepadanya jalan untuk mencapai segala sesuatu, maka ia pun menempuh jalan tersebut. Hingga apabila telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, ia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan ia mendapatinya di situ segolongan umat”.
Kami berkata, “Hai Zulkarnain kamu boleh menyiksa atau berbuat kebaikan terhadap mereka.”
Berkata Zulkarnain, “Adapun orang yang aniaya, kami kelak akan
mengazabnya, kemudian ia kembali kepada Tuhannya, lalu tuhan mengazabnya
dengan azab yang tiada taranya. Adapun orang yang beriman dan beramal
saleh, baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami
titahkan kepadanya yang mudah dari perintah-perintah kami.”
Kemudian ia menempuh jalan lagi, hingga apabila telah sampai ke
tempat terbitnya matahari ia mendapati matahari yang menyinari
segolongan umat yang kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang
melindunginya dari matahari itu.”
Demikianlah, dan sesungguhnya ilmu kami meliputi segala apa yang ada
padanya, Zulkarnain. Kemudian ia menempuh suatu jalan lagi, sehingga
apabila telah sampai diantara dua buah gunung ia mendapati kedua bukit
itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.
Mereka berkata, “Hai, Zulkarnain sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu
orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami
memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding
antara kami dan mereka?”
Zulkarnain
berkata, “apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku adalah lebih
baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan agar aku membuatkan dinding
antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.”
Hingga ketika besi itu telah sama rata dengan kedua gunung itu, berkatalah Zulkarnain, “Tiuplah, dan katika besi itu sudah menjadi api, ia pun berkata, berilah aku tembaga untuk aku tuangkan ke atas besi panas itu.”
Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak bisa mendakinya, dan mereka tidak bisa melubanginya.
Zulkarnain berkata, “Ini adalah rahmat dari Tuhanku. Maka apabila
sudah datang janji tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh, dan
janji Tuhanku itu adalah benar.”
Bersambung
0 komentar:
Posting Komentar